Proses seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan diterima atau tidaknya pelamar. Dalam banyak departemen personalia, penarikan dan seleksi digabungkan dan di sebut employment function.
- Masukan – Masukan Seleksi
Proses seleksi tergantung pada tiga masukan penting. Informasi analisis jabatan, rencana-rencana sumberdaya manusia, dan penarikan. Kemudian manajer personalia harus menghadapi beberapa tantangan,diantaranya :
- Tantangan-tantangan Suplai
Semakin besar jumlah pelamar qualified maka akan semakin mudah bagi departemen personalia untuk memilih karyawan baru, yang berkualitas. Keterbatasan suplai ini dapat diukur dengan ratio seleksi. Ratio seleksi merupakan hubungan antara jumlah pelamar yang diterima dan jumlah total pelamar yang tersedia.
- Tantangan-tantangan Ethis
Masalah sistem keluarga ini memang merupakan salah satu tantangan bagi manajer personalia maupun para manajer organisasi lainnya dalam pengadaan sumberdaya manusia. Keputusan-keputusan seleksi sangat dipengaruhi oleh etika mereka.
- Tantangan-tantangan Organisasi
Secara alamiah, organisasi menghadapi keterbatasan-keterbatasan, seperti anggaran atau sumberdaya yang mungkin akan membatasi proses seleksi. Disamping itu, berbagai strategi, kebijaksanaan dan taktik organisasi juga merupakan batasan-batasan.
- C. Langkah – Langkah Dalam Proses Seleksi
Proses ini disusun dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan jabatan yang telah ditetapkan. Kemudian manajer memeriksa prestasi para pelamar di waktu yang lalu dan memilih orang-orang yang memilki kemampuan, pengalaman dan kepribadian yang paling memenuhi persyaratan suatu jabatan.
Langkah -langkah dalam proses seleksi diantaranya :
- Penerimaan Pendahuluan
Yaitu seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi.
- Tes-Tes Penerimaan
Merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai kemungkinan padunya antara kemampuan, pengalaman dan kepribadian pelamar dan persyratan jabatan. Perusahaan juga harus memeriksa laporan-laporan sekolah, keterangan pengalaman kerja dan kegiatan-kegiatan di luar kurikulum formal. Agar tes dapat meloloskan pelamar yang tepat, maka tes itu harus valid dan reliabel.
Berbagai peralatan tes, diantaranya :
- Tes-tes Psikologis : tes kecerdasan, tes kepribadian, tes bakat, tes minat, tes prestasi.
- Tes-tes Pengetahuan
- Performance Tests
- Wawancara Seleksi
Adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasiakan hal dapat diterimanya atau tidak seorang pelamar.
- Tipe-tipe wawancara :
- Perorangan
- Perkelompok
- Pertanyaan terstrukur
- Pertanyaan tidak terstruktur
- Pertanyaan campuran
- Pertanyaan yang bersifat masalah
- Pertanyaan berupa wawancara stress
- Proses wawancara :
- Persiapan Pewawancara
- Pengarahan ( penciptaan hubungan )
- Pertukaran Informasi
- Terminasi
- Evaluasi
- Kesalahan-kesalahan wawancara
I. Halo Effect yaitu terjadi bila pewawancara menggunakan informasi terbatas tentang pelamar.
II. Leading Question yaitu akibat pewawancara mengirimkan telegram jawaban yang di inginkan dengan cara memberi arah pertanyaan-pertanyaan wawancara.
III. Personal Biases yaitu merupakan hasil prasangka pribadi pewawancara terhadap kelompok-kelompeok tertentu.
IV. Dominasi Pewawancara yaitu akibat pewawancara menggunakan waktu wawancara untuk “membual” kepada pelamar, atau melakukan percakapan sosial yang tidak ada kaitannya dengan pelamar.
- Pemeriksaan Referensi
Bisa di lakukan dengan dua cara, yaitu personal references ( karakter pelamar ) dan employment references ( pengalaman kerja pelamar ).
- Evaluasi Medis
Yaitu pemeriksaan kesehatan pelamar sebelum keputusan penerimaan karyawan dibuat.
- Wawancara Atasan Langsung
- Keputusan Penerimaan
- D. Hasil Seleksi Dan umpan Balik
Hasil akhir proses seleksi adalah orang yang diterima sebagai karyawan baru dan merupakan sumberdaya produktif . Karyawan produktif adalah bukti paling baik suatu proses seleksi yang efektif.
Untuk mengevaluasi baik karyawan baru maupun proses seleksi diperlukan umpan balik. Umpan balik ini mencangkup informasi tentang kepuasan karyawan, perputaran dan absensi, prestasi kerja, atau sikap penyelia ( atasan langsung ). Umpan balik yang konstruktif diperoleh dari serangkaian pertanyaan tertentu.
















