Dalam Juang Bunda

Ibuku sayang

Jangan menangis

Ku pasti pulang

Pikul berita gembira

 

Ibuku sayang

Masih terbayang

Tetes matamu

Penuh haru

Kerut wajahmu

Makan usia

 

Masih ku ingat

Kumembasuh kedua kakimu

Balut debu sawah mengering

 

Masih terasa

Hangat tubuhmu

Kupeluk luluh hati pebuh dosa

Aku tak pernah melupakan hari itu

Ketika orang saling berjabat tangan

 

Maaf hilap daku

Lepas pikir

Setiap dzikir

Kuselip namamu

 

Bandung, 23 Oktober 2011

 

“Suara hati rinduku ibu tercinta”

Posted on October 25, 2011, in Puisi, RAY VICTORY, Sajak. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: