Karena Doa Aku Ada Untuk Kalian

Aku hanya bisa tersenyum, ini bukan dramatisasi kehidupan namun jalan cerita yang nyata. Sepotong scenario sejarah hidup dari hulu rahim sampai ketepian kubur.

Entah apa maksud dari hidup ini yang ku tahu, tujuan hidup adalah mencari kenikmatan dan kenikmatan yang hakiki adalah surga. Aku lebih suka makan bersama dengan teman-teman kos di atas bungkus nasi dengan ala kadarnya, dari pada makan sendiri bersembunyi di balik pintu. Karena dari kebersamaan itu aku bisa merasakan kenikmatan makan walaupun hanya dengan beberapa suap nasi. Bahagia rasanya bisa berbagi.

Aku sangat terluka melihat ibuku menahan duka, atau ayahku menahan rasa sakit, atau kakaku yang menguras tenaga, atau saudaraku meneteskan air harapan, atau temanku selalu patah hati, atau rekan kerjaku yang merasa dibenci, atau hatiku selalu gundah kelana.

Innalillahi wainnailaihiraziun! begitu berliku hidup ini. Berawal dari masalah pribadi, teman, organisasi, keluarga, sodara, kuliah, masa depan, dunia, akhirat. Oh Ya Rabby! Semakin tebal imanku semakin besar cobaan yang kau beri.

Haruskan ku memikul tanggujawab ini, memang secara tidak langsung akulah bagian dari hidup mereka aku juga harus membuat mereka bahagia. Apa karena ini akibat dari doaku yang selalu ku panjatkan sehabis shalat. “Y Allah! Berikan aku keluasan rezeki agar aku bisa membahagiatan oraang-orang yang mencintaiku!”

Kalau memang kau pilihkan aku untuk membahagiakan mereka bimbinglah dan limpahkanlah kekuatanMu agar ku mampu menyelesaikan setiap cobaan dan membuat jutaan manusia tersenyum.

Ya Allah! Aku percaya dan aku yakin karena sejak ku menginjak genap 20 tahun menghirup atmosfir bumi. Engkau benar-benar nyata dalam doa yang kuhembuskan. Doa apa sih yang tidak pernah engkau kabulkan, hanya saja waktunya belum tepat aku dapatkan.

Aku sudah mengira setelah ramadhan usai, ada sejuta senyum yang akan hadir di kehidupanku. Nyatanya Kau selalu setia dalam napas walau ribuan kali aku hianati.

Aku sungguh sangat sangat bersyukur sekali!!!! Kata-kata pun tidak bisa menggambarkan rasa syukurku ini. Indah sekali kalau ini benar-benar terjadi nanti.

Biar dunia menjadi saksi, bumi sebagai bukti, langit turut melindungi, matahari ikut menerangi, dan Allah yang mengabulkan. Kalian adalah lembaran harapan dalam buku impianku. kalian motivator yang memberi semangat hidup bagiku.

Ini adalah hari pertama kumenanam benih impian sebelum saatnya tiba ku harus menyiram bunga keindahan. Biarkan ku pergi berserta doa yang mengiringi dan ku akan pulang dengan sejuta keindahan. Aku akan berusaha memperjuangkan hidup kalian, Ibu, Ayah, Kakak, Saudara, Sahabat, Rekan, dan “Cintaku Ay”

 

Subang, 19 November 2011

“Suara hati doa Ray Victory”

Posted on November 19, 2011, in Catatan Harian and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: