Lima Jam

Tempat tak pernah berpendapat
Tapi kau yang memberi pendapat
Waktu tak pernah berjanji
Tapi kau yang membuat janji

Satu jam
Aku siaga ditempat sepakat
Mata menjelajah mencari titik celah

Dua jam
Aku menunggu
Berinteraksi dengan handphone
Menyamarkan diri dari kegundahan

Tiga jam
Aku periksa kembali kotak pesan
Meneliti waktu bertemu
semoga tidak keliru

Empat jam
Memastikan jawaban
Dimana janji berada
Kapan waktunya tiba

Lima jam
Aku mencari nomor kau
Memijit tombol hijau
Aku bicara
Dimanakah gerangan
Aku menunggu janjimu kita ketemu
“Maaf aku tidak bisa datang!”

Bandung, 1 April 2012

Copyrught © Ray Victory

Posted on April 11, 2012, in Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s