Pengelolaan Zakat

BAB I

PENDAHULUAN

 

Zakat infak dan sdakoh merupakan bagian dari system keuangan masyarakat yang berdasarkan ketentuan syariat islam. Dan  Zakat merupakan salah satu rukun islam ke tiga yang diwajibkan kepada setiap muslim. Selain itu juga Zakat infaq dan shadaqah merupakan salah satu topic selalu menarik untuk dikaji dan di diskusikan. Karena zakat infaq dan shadaqah dalam peranannya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Zakat adalah salah satu rukun islam dan merupakan kewajiban umat islam dalam rangka pelaksanaan dua kalimat syahadat.

Pengumpulan zakat ini di lakukan di mesjid Al-Hikmah RW 04 Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru Kabupaten Bandung Timur.

Dengan pengurus mesjid         :

Ketua Dkm                             : Drs.Pupun

Sekertaris                                :Bpk Maman

Bendahara                               : Bpk Cucu Abdurahmadul

Seksi pendidikan                     : DRS. Komar

Seksi Sarana Prasarana            :Bpk anang suryana

 

Panitia pengelolaan zakat:

Ketua                                      :Bpk Jajang sonjaya Spd

Swkertaris                               :Bpk Momon

Bendahara                               :Bpk Mamat

BAB II
PEMBAHASAN

 

a)      Pengertian Zakat

Zakat dalam syaria’at islam  sebagai harta yang wajib diberikan kepada orang-orang yang tertentu,dengan syarat-syarat yang tertentu pula.

Secara teknis, zakat berarti menyucikan harta milik seseorang dengan cara pendistribusian -oleh kaum kaya- sebagiannya kepada kaum miskin-sebagai hak mereka, denagan membayaran zakat, maka seseorang memperoleh penyucian hati dan dirinya serta melakukan tindakan yang benar dan memproleh rahmat selain itu juga hartanya  akan bertambah.

Dalam Al-qur’an diperintahkan sebagai berikut: “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukunlah beserta orang-orang yang ruku” ( Al-baqorah 43).

Dari segi istilah fiqih, zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah yang diserahkan kepada orang-orang yang berhak.Menurut mazhab Imam Syafi’i zakat adalah sebuah ungkapan keluarnya harta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkan menurut mazhab Imam Hambali, zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Qur’an.

Zakat suatu’ ibadah yang penting pula. Kerap kali dalam Al-Qur’an menerangkan zakat beriringan dengan menerangkan sembahyang. Tuhan menyebutkan zakat beriringan dengan urusan shalat. Ini menunjukkan bahwa antara zakat dengan shalat mempunyai perhubungan yang erat sekali dalam hal keutamaannya. Sembahyang dipandang seutama-utama ‘ibadah badaniah dan zakat dipandang seutama-utama ‘ibadah Maaliyah.

 

b)     Mekanisme Pengumpulan Zakat

Mekanisme pengumpulan zakat dilaksanakan oleh pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) DKM masing –masing dan para DKM membentuk panituia pengumpulan zakat beserta mengumumkan kepada masyarakat besarnya zakat fitrah yang harus di kelurkan oleh setiap jiwa adalah 2,5 kg beras sedangkan kalu menggunakan uang sebesar  Rp 20.000 dengan asumsi 8000 per kilo. Hasil pengumpulan zakat fitrah dari UPZ DKM dilaporkan ke coordinator UPZ  kelurahan dengan mengisi pormulir.

  1. Pendistribusian dilaksanakan setelah pengumpulan dilaksanaknnya khususnya zakat fitrah, apabila memungkinkan pendistribusian dilaksanakan setelah solat subuh dan harus selesai sebelum solat idul fitri 1432 H/2011 M
  2. Asnaf mustahiaq
  • Asnaf fakir miskin, mualaff, gharim, ibnu sabiil, dan sabililah sebesar 62,5% di bagikan langsung oleh pengurus UPZ DKM
  • Asnaf amilin sebesar 12,5% di distribusikan untuk tingkat UPZ DKM sebesar 10%, coordinator UPZ kelurahan sebesar 1,5% dan BAZ kecamatan sebesar 1%
  • Asnaf fii sabililah sebesar 25%, di disribusikan untuk tingkat UPZ DKM sebesar 20%, coordinator UPZ kelurahan sebesar 3% dan BAZ kecampatan sebesar 2%
  • Semua bentuk pendistribusian kepada para mustahiq dan bantuan kegiatan di tangani sesuai dengan tingkatannya dan koordinasikan dengan coordinator UPZ kelurahan dan BAZ kecamatan
  1. Pelaporan zakat fitrah
  • Para ketua UPZ DKM agar segera melaporkan jumlah muzakki dan mustahiq serta rekap hasil pengumpulan dan pendistribusian zakat, infaq, shadaqah dan zakat fitrah pada kordinator UPZ kelurahan paling lambat akhir bulan ramadhan 1431 H/ 2010 M. Pada pukul 19.00 WIB dengan mengisi formulir model A dan B
  • Koordinator UPZ kelurahan melasanakan monitoring kegiatan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infaq, shadaqah dan zakat fitrah serta melaporkan kepada pengurus BAZ kota bandung paling lambat akhir bulan ramadhan 1432 H/ 2011 M. Pada pukul 22.00 WIB dengan mengisi formulir.
  1. Penyuluhan

Untuk memanfaatkan persiapan dalam pelaksanaanya, dimohon para lurah, sebagai coordinator UPZ kelurahan, kepala KUA kecamatan dan ketua MUI kelurahan masing-masing dapat melaksanakan penyuluhan kepada seluruh UPZ DKM para RW dan pihak lain yang diperlukan.

 

c)      Mekanisme Pelaksanaan
Salah satu perbedaan yang sangat menonjol dalam pelaksanaan zakat dengan infaq, adalah dalam tata cara penyerahan atau tata cara mengeluarkannya. Zakat harus diserahkan kepada amil zakat, karena amil zakat berkewajiban untuk mendo’akannya (muzakki) dan mendistribusikannya sesuai dengan aturan syariah dan skala prioritas. Hal ini sejalan dengan firman Allah pada surat at-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Sedangkan infaq atau shadaqah diserahkan langsung oleh yang bersangkutan pada orang-orang yang menerimanya, baik secara sirr atau rahasia tidak ada orang yang tahu ataupun secara terang-terangan, dan banyak orang yang mengetahuinya. Yang penting, keikhlasannya harus tetap dijaga. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 271 yang artinya:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”


Data Hasil Pengumpulan dan Pendistribusiaan Zakat Fitrah

Mesjid Al-Hiqmah Cipadung

Pengumpulan

Hasil

60% Beras (Diuangkan) + Uang

4.112.500

 

165.000

 

3.97.500

Fakir Miskin

2.467.187

 

1.480.317

Amilin DKM 10%

394.750

 

1.085.652

Amilin  Kelurahan 1,5%

59.212

 

1.026.350

Amilin  Kecamatan 1%

39.475

 

986.875

Sabililah DKM 20%

789500

 

197.371

Sabililah Kelurahan 3%

118425

 

78.950

Sabililah Kecamatan 2%

78.950

Sisa

0

Jumlah uang

3.452.000

 

160.000

 

4.112.000

Fakir Miskin DU

2.570.000

 

1.542.500

Amilin DKM 10%

411.250

 

1.131.250

Amilin Kelurahan 1,5%

61.687

 

1.069.562

Amilin Kecamatan 1%

41.125

Sisa

1.02

 

d)     Kendala Dalam Pengumpulan Zakat

  • Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengumpulan zakat
  • Pengusaha kurang mengetahui akan pentingnya menguluarkan zakat dari hasil usahanya
  • Tidak rata dalam pembagian zakat

 

e)      Solusi

  • Panitia pengumpulan zakat memberikan penyuluhan secara detil kepada masyarakat supaya masyarakat sadar akan pentingnya mengeluarkan zakat
  • Panitia harus adil dan jeli dalam pembagian zakat sesuai proporsinya
  • Panitia harus memberikan kinerja yang baik supaya masyarakat percaya kepada panitia zakat.

 

f)       Kondisi Objek

Kondisi objek di lihat dari orang yang menerima zakat(mustahiq) :

  • Fakir adalah orang yang memiliki kekayaan dan pekerjaan yang tidak mencukupi setengah kebutuhan
  • Miskinadalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan
  • Amilin adalah orang-orang yang bertugas mengambil zakat dari para muzakki dan mendistribusikan kepada para mustahiq. Mereka itu adalah kelengkapan personil dan finasial untuk mengelola zakat
  • Mualaf adalah orang-orang yang sedang dilunakkan hatinya untuk memeluk Islam, atau untuk menguatkan Islamnya, atau untuk mencegah keburukan sikapnya terhadap kaum muslimin, atau mengharapkan dukungannya terhadap kaum muslimin.
  • Hamba sahaya Zakat dapat juga digunakan untuk membebaskan orang-orang yang sedang menjadi budak, yaitu dengan Membantu para budak mukatab, yaitu budak yang sedang menyicil pembayaran sejumlah tertentu untuk pembebasan dirinya dari majikannya agar dapat hidup merdeka. Mereka berhak mendapatkannya dari zakat.
  • Gharim orang yang berhutang dan tidak mampu membayarnya
  • Fii sabililah adalah untuk seluruh orang yang bekerja ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban, yang sunnah dan kebaikan-kebaikan lainnya
  • Ibu sabil adalah para musafir yang kehabisan biaya di negera lain, meskipun ia kaya di kampung halamannya. Mereka dapat menerima zakat sebesar biaya yang dapat mengantarkannya pulang ke negerinya, meliputi ongkos jalan dan perbekalan

Sedangkan kondisi objek dilihat dari orang yang mengeluarkan zakat (muzakki)

Yaitu orang-oang yang wajib mengeluarkan zakat sesuai dengan nisab yang sudah ditentukan. Contoh , jika asumsi harga emas adalah Rp 80.000 per gram, maka nisbahnya adalah : 90 x Rp 80.000 = Rp 7.200.000 jadi, tabungan orang tersebut sudah mencapai nisbah, dan juga haul. Sehingga wajib dikeluarkan zakatnya dengan perhitungan sbb. Saldo terahir : Rp 15.000.000

 

BAB III

ANALISA

 

Zakat merupakan kewajiban yang harus di tunaikan umat islam sebagai alat untuk mensucikan diri dari sebagian harta yang dimilikinya. Karena dari harta yang dimiliki ada sebagian hak orang yain yang mesti diberikan.

Dari hasil obserpasi yang kami lakukan mengenai pengelolaan zakat di daera lingkungan Mesjid Al-Hikmah Cipadung kami mendapat beberapa informasi diantaranya:

DKM Mesjid Al-Hikmah hanya menerima zakat fitrah saja pada saat bulan Ramadhan sedangkan zakat mal belum bisa menampung. Untuk infaq dan shadakah waktu penerimaanya pada saat pembayaran zakat ada harta yang lebih dari perhitungan dan kebanyakan dari pada diambil lagi mereka meshadakakannya, sedangkan untuk infaq dilaksanakan pada saat pengajian jumat malam.

Asil pengumpulan zakat diagikan menurut ketentuan yang berlaku. Infaq dan shadakah digunakan untuk kepentingan DKM mesjid Al-Hikmah di simpan dalam kas keuangan mesjid Al-Hikah.

Kesadaran masyarakat mengenai pembayaran zakat fitrah dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Sedangkan untuk zaka mal terdapat kendala dari masyarakat sendiri dalam mengelola hartanya kurang diperhatikan, seperti dalam membangun sebuah usaha kecil-kecilan dari hasil pendapatannya banyak yang tidak mengakumulasikan pendapatan totalnya sehingga masyarakat masi kurang pengetahuan mengenai jumlah harta yang telah mencapai nisabnya.

 

BAB IV

KESIMPULAN

Zakat dalam syaria’at islam  sebagai harta yang wajib diberikan kepada orang-orang yang tertentu,dengan syarat-syarat yang tertentu pula.

Secara teknis, zakat berarti menyucikan harta milik seseorang dengan cara pendistribusian-oleh kaum kaya-sebagiannya kepada kaum miskin-sebagai hak mereka. Mekanisme pengumpulan zakat dilaksanakan oleh pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) DKM masing –masing dan para DKM membentuk panituia pengumpulan zakat beserta mengumumkan kepada masyarakat besarnya zakat fitrah yang harus di kelurkan oleh setiap jiwa adalah 2,5 kg beras sedangkan kalu menggunakan uang sebesar  Rp 20.000 dengan asumsi 8000 per kilo. Hasil pengumpulan zakat fitrah dari UPZ DKM dilaporkan ke coordinator UPZ  kelurahan dengan mengisi pormulir. Adapun kendalanya yaitu :

  • Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengumpulan zakat
  • Pengusaha kurang mengetahui akan pentingnya menguluarkan zakat dari hasil usahanya
  • Tidak rata dalam pembagian zakat

Dengan solusi :

  • Panitia pengumpulan zakat memberikan penyuluhan secara detil kepada masyarakat supaya masyarakat sadar akan pentingnya mengeluarkan zakat
  • Panitia harus adil dan jeli dalam pembagian zakat sesuai proporsinya

 

BAB V

DAFTAR PUSTAKA

 

Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag. 2011. Manajemen Zakat. Bandung: Humanity Publishing.

Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah, 1432/2011. Teknis Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat, Infaq, Shadahah, dan Zakat Fitrah. Se-Kecamatan Cibiru: BAZIS Cibru.

Obserpasi Lapangan. 2012. DKM Mesjid Al-Hikmah RW 04 Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru Kabupaten Banding Timur.

Posted on May 25, 2012, in Makalah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: